Allah, aku ingin minta dicukupkan dalam menyayangi dan dicukupkan dalam membenci. Tidak berlebih, dan tidak juga kurang.

Nenek adalah

nenek adalah dia yang diusia 19ku masih saja memanggilku “Ade, de..”

nenek adalah dia yang menceritakan cerita yang sama, tentang ummi kecil yang manja

nenek adalah dia yang masih sama manjanya dengan ummi, denganku.

nenek adalah dia yang malu-malu menanyakan padaku, sedang dekat dengan siapa cucu keduanya ini. aku aman dengan teman2 yang baik, nenek..

nenek adalah dia yang berbisik kecil dan matanya berkaca-kaca, katanya ingin ada saat aku menikah. insya allah.

nenek adalah dia yang minta aku ajari memakai kerudung pashmina, lalu dia bercermin dan tersenyum, “bagus.. pantes ya nenek?”

nenek adalah dia yang menangis ketika aku tiba-tiba sampai dihadapnya, “de, ini mimpi?” lalu aku bilang, “ini kenyataan nenek..”

nenek adalah dia yang dimarahi kakek dipintu rumah saat datang dan pamit pulang, “kayak anak kecil. nangis terus nenek mah.” lalu yang dimarahi sibuk mengusap airmata nya dengan kerudung, membuat pemandangnya ingin mendekap

nenek adalah dia yang suara “iyaa” nya aku dengar ditelfon, saat aku minta, “jangan telat makan”

nenek adalah pemilik kalimat “sing salamet” saat aku berangkat dan “alhamdulillah” saat aku sampai rumah

nenek adalah dia yang selalu ada disamping kakek, menyuguhkan kopi hitam, memastikan persediaan rokok kakek dan membubuhkan nasi beserta lauknya untuk kakek sebelum ia makan.

nenek adalah nenek, yang tidak pernah absen melakukan semua itu dengan apiknya

nenek adalah nenek, yang membuatku mau melakukan perjalanan sendiri untuk sampai kesisinya.

Allah, sayangilah nenek sebesar sayangnya padaku, dan sayangku padanya.

Amin.

DIA yang Maha Tahu metode dan cara terbaik untuk mendidik dan menguji hambaNYA. Bisa dengan kegagalan, bisa dengan keberhasilan. Tidak mesti dengan ujian yang berat, melainkan dengan zona nyaman dan aman.

(via drvstrght) Reblogged from drvstrght

Ketika kamu memilih

Ketika kamu memilih diam tak melihat, matamu buta. Sebenar-benarnya buta..

Ketika kamu memilih diam tak mendengar, telingamu tuli. Sebenar-benarnya tuli..

Ketika kamu memilih diam tak berpikir, maka kamu akalmu lumpuh. Sebenar-benarnya lumpuh..

Ketika kamu memilih diam tak merasa, hatimu cacat. Sebenar-benarnya cacat..

Ketika kamu memilih diam tak bergerak, tubuhmu mati. Sebenar-benarnya mati..

Ketika kamu memilih diam tak bergerak, jiwamu mati. Sebenar-benarnya mati..

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

QS Ar Rahmaan

Reblogged from drvstrght
Kamu adik kecil dengan banyak pelajaran. Tumbuhlah besar seperti nama yang Allah takdirkan untukmu, Abdan Ribbiyan.

Kamu adik kecil dengan banyak pelajaran. Tumbuhlah besar seperti nama yang Allah takdirkan untukmu, Abdan Ribbiyan.

pertama

istaafniaprilia:

untuk kamu, kamu, kamu, kamu, kamu, dan kamu yang katanya nunggu tulisan pertama aku di tumblr baru. hahaha

ini dia haha. ada apa ya disini? kenapa ngebet nyuruh aku bikin tumblr? tambah deh satu tempat yang  ada kamu-kamu-kamunya. yang artinya tempat ini pasti akan aku suka.

ini yang pertama. yang untuk kamuuuuuu lah pastinya

selamat datang ! kamu ! jadikan ladang amal lagi yah. saling menasehati dalam mentaati kebenaran dan kesabaran. itu pintaku, semangat !

Reblogged from istaafniaprilia